Powered By Blogger

Senin, 18 Juni 2012

ANTOLOGI PUISI ( WARNA JIWA )


 




       ANTOLOGI  PUISI
( WARNA JIWA )
Karya :

Rizka Kurnia Ayu
(100210402017)






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER


         
SURAT  BUAT HUBBY
Senja ini jariku berdansa buai
Tik..tik..tik.bukan hujan
Kurajut kisah gemilang diantara terang layar
Hubby...ini kali pertama adam membungkamku
Kuterbaring dalam tebing-tebing mimpi
Mendongak kehausan
Diterpa semilir angin menggelikan bisik
Hubby...rasaku padamu dalam kandung tercekat intan
Mebiru raga dalam wiru kehidupan


DUNIA KEMBANG
Duniaku cuma dunia kembang
Beresemi, Berkembang , lalu layu berkalang
Kau yakin mau layuku
jika tidak..kau pergi saja




DI PANTAI KUTA
Ketika ombak menghantam karang-karang di pantai kuta
fila berdiri diatas sebongkah batu
wajahnya bagai arjuna dalam bahagia
ia kelihatan demikian mengagumkan
itu sudah 3 tahun lalu
ketika ia masih mirip darius sinatria
sekarang anaknya satu, sudah tak begitu menarik
jadi tak ada gunanya membayangkan dia
tetap setampan  dalam foto ini
Di pantai kuta ombak tetap menerjang karang-karang
tak ada yang berubah sejak 3 tahun lalu
jika waktu itu seorang wanita menulis sajak buatnya
"ketika ombak menghantam karang-karang di pantai kuta
bayang kematian menghantam jiwaku"




UNTUK KEKASIH
Ditinggalkanlah hidup untuk separuh  jiwanya
Singa jalanan tak lagi bertaring
Diam itu yang kini ia pilih
Deru baja raksasa membusuk kian
Tergantikan hawa molek kehidupan
Tuak pun gagal merasuk
Karena angin ketulusan lebih memabukkan
Benih kasih sayang menghapus keangkuhan
Membuatnya takluk bersimpuh runtuh
Bagai tubuh tak berusuk
Ini siksaan
Siksaan  indah dari jiwa yang suci
Digerogoti masa muda ku ikhlas
Digantinya dengan kain putih mewangi rasa
Dituntunnya jiwaku perlahan
Memasuki jalan tuhan.



BINTANG MALAM
Terjaga dalam getir
Kau...yang membuih tak berkesudahan
Dalam angan malam memekat sepi
Kini hanya bungkam membias rawa
Tak bisa kurasa dan kuraba


DI DEPAN CERMIN

Sepertinya aku kenal wanita itu
entah kapan, entah dimana

Rasa-rasanya aku tahu perasaannya
wataknya, ideologi, bahkan hobi dan keinginannya

Rasa-rasanya ia pernah membisikku untuk membuat banyak hal
tapi siapa dia ?

sepertinya aku mengenalnya lebih dari seorang sahabat
wajahnya benar-benar mirip wajahku


DI POS PENGAMAN

Sejak tadi dia duduk disitu
menghadap lalulintas yang kian ramai
di wajahnya tak terlihat murung atau tegang

Tugasnya bukan hanya menjaga
dia juga bisa mengusir pengamen, pengemis dan menanyai para tamu
entah yang laki-laki atau wanitanya

Itulah yang diketahui orang bertahun-tahun lamanya
hari ini dia ditemukan mati
sebilah pisau menancap di lehernya dalam-dalam.










USIA

Dengan tertawapun derita tak bisa sirna
walau demikian kita inginkan
seperti serpihan-serpihan mozaik
satu demi satu membentuk lukisan yang mungkin tak bernilai
mungkin juga tak berarti
pengalaman, itulah soalnya

Diam-diam aku berharap ada bahagia lain
dari riak-riak kecilnya
akan tiba juga kapanpun dimanapun

soalnya : Kelola hatimu






JAKARTA

Sebuah kota telah lahir
dari birahi seorang laki perempuan
bukan dari perjalanan Marcopolo
atau pengembara cina

Lalu waktu dipenuhi kisah
perang-perang pembangunan silih berganti
penuhi kota hingga wujudnya yang sekarang

Dan aku terasa gamang
melihat kota di layar tv







CERITA

Dikepalaku Pak Harto tetap manusia yang bijaksana
tak berubah menurut pandangan para musuhnya
memang ditahun 55 sampai 65 pernah terjadi pembunuhan
tapi bagiku itu memang harus ada

Jiwa jiwa berkata Pak Harto otoriter
mengarahkan tank - tank, senapan kearah demokrasi
soal ini makin gegap gempita di tahun 98
tahun robohnya kekuasaannya selama 32 tahun

Bagiku demokrasi bukan tujuan
hanya satu jalan

Masih banyak jalan lainnya





HABIBIE

Cita-cita anakku cukup sederhana
: jadi Habibie
Wah !

Cita-cita para anak TK
lebih kurang sama
Wah !

Halnya lain lagi
habibi bukan lagi milik kita
Wah !









KISAH

Kukira di dunia ini
secepatnya bikin kisah sendiri
jadi pahlawan buat diri sendiri
paling tidak

kematian pasti tiba
walau tak tahu kapan
jadi hindarilah yang bukan-bukan
tentukan satu tujuan

Tiap orang harus ada revolusi
dalam dirinya sendiri

Ingat-ingat dan catatlah :
kematian pasti tiba









DI RT 1 RW 2

Laki-laki tampan dan rupawan baginya bagai air lautan
makin dia mereguknya makin dahaga

Dengan wajahnya yang manis dan potongan tubuh yang seksi
Ny. Karina jadi momok nomer satu di kampung ku
bagi ibu-ibu rumah tangga

Suatu malam warga menggrebeknya di tepi sungai
lantaran sebuah laporan ia seruang dengan pemuda 19 tahun
ternyata Ny. Karina melompat dalam air

Lalu seluruh kampung jadi lautan bibir



SECANGKIR TEH

Secangkir teh ini memenuhi ruang rongga hatimu
ketika kau mereguknya dengan lahap

Kemiskinan apa yang pisahkan kita dari manusia-manusia lain
Hingga tak sanggup berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah

Secangkir teh ini ada universalnya
bahkan para raja pun meminumnya



HERCULE POIROT


Di dunia nyatapun ada
tak cuma dalam fiksi
memang : jika lawan menemukan tangannya potonglah tanganku
tapi kalau tak sanggup
ciumlah

Sambil duduk tenang
di dekatkannya kepalanya pada lawan bicaranya
"curigailah siapa saja."



KERETA API

Mahluk besar dengan gigi besi
menerobos gelap malam kala hujan bergelut dengan kabut
Dari jendela di luar sana hanya gelap
kegelapan saja
tanpa tahu telah sampai dimana

Disebuah stasiun dia berhenti
menurunkan orang-orang yang memang sampai

Seperti kehidupan
membunuh yang tiba ajalnya




WIRO SABLENG

Riwayat hidupnya sama dengan Chairil Anwar
dijamannya masing-masing sebagai pembaharu
keahliannya pura-pura tak tahu menahu

Wiro Sableng. mengapa Wiro Sableng ?
soalnya bapaknya penggemar komik silat
ia sendiri betah 24 jam di depan video game

Tipe anak jaman sekarang
setamat SMA wiro jadi idola gadis remaja
lalu apa ?

Ibunya artis figuran sinetron bersambung
tiap hari melahap biskuit roma dengan rakus
tampangnya bikin para hidung belang penasaran

Namanya memang Wiro Sableng
rekor cintanya angka 9,5
kematiannya tetap misteri
mirip kematian sukra dalam babat tanah jawa







JANGAN BOHONG

Jangan bohong
karena semua akan terbuka juga
detik demi detik ini
akan berkata yang sesungguhnya

Jangan bohong
dalam hal apa saja
kenyataan akan membuktikan semuanya

Sejak dulu
tak ada yang cukup ahli dalam berbohong







KEBERANGKATAN

Lambaian tanganmu makin jauh
makin mengecil
orang-orang slalu bicara tentang Teluk Bayur, Selat Malaka, Kairo, Baghdad, Eropa, Brazil
tempat-tempat yang ku kenal sejak dahulu

teman priaku mengembara ke Amsterdam
sejak lima sampai tujuh tahun lalu
kini pun tak terdengar kabar beritanya

di kapal ini ada romantisme kekanak-kanakan
antara yang berangkat dan yang tinggal
hanya saja aku tak ingin tertawa
cukup bagiku jika ku lepas kepenatan dengan menyeruput lemon tea







CATATAN

Sudah nasib
jika suatu ketika kita tinggal d sebuah kamar kos
makan ala kadarnya
mandi dan buang air besar dengan sedkit tergesa

Pilih saja kamar sebelah atas
kalau bisa yang mengahadap ke matahari tenggelam
atau cari yang ke arah jalanan ramai itu

Nah !
ini sudah lebih dari cukup
makan dua kali sehari
dan kadang-kadang sedikit mewah

Tidak apa-apa
tidak semua orang bisa menerima apa adanya
jadi berbesar hatilah
DONGENG

Yang di kandungnya sebongkah malam
yang di akhirnya pergi mengembara
yang bertahun-tahun tak pulang
yang memutuskan mencintai bundanya sendiri



HUJAN

Hujan selalu memaksaku berteduh
dan mengenalkan aku dengan orang yang juga berteduh disana

Hujan  selalu memaksaku memilih tidur
walaupun masih jam 19:30 malam
padahal aku amat ingin berjaga sampai jauh malam

Ada sesuatu dalam hujan yang aku cintai
walau kadang bikinku bosan

DALAM KABUT

Kabut berkuasa di tempat ini
tak seorangpun melihat 5 meter kedepan
dalam kabut bisa saja orang membunuh temannya
karena sebuah sengketa
tapi kabut telah bikin banyak orang tersesat
sebagaimana sesatnya hewan-hewan ternak




Katak dan Otak

Kau menyanyi lagi...
Kung kong  kung kong
Kau dendangkan tamborin gaduh
Membuat gaduh q semakin mengeluh
Lelah aku dengan penat
Ini hal membuat otak ku memelas
Bosan aku menjadi siswa kerbau
Dicocok untuk belajar
Dijerat aturan, Dihantam ilmu
Dipaksa bekerja semau raja
Katanya belajar itu indah?
Dimana indahnya?








Upuk-Upuk
Kaku diantara satu dari seribu kembang.
Dipilin mahkotanya
Hanya tindak sebentar
Kembali lunglai kekar
Melemas tungkai berayun
Nafasnya batu terlepas
Oh..Aku gagal memagarmu








Buku wajib
Aku anak pemerintah
Ya...Dia bapak ku di tirai ilmu.
Secara..Dia kok yang membiayai aku
Kau tahu artinya..artinya aku miskin
Tak apalah..
Yang penting aku tak miskin jiwa
Seperti dia..
Yang berpendidikan tapi buta pendidikan.
menikam kami dengan buku wajib
Beli..kalo tidak dapat C
Berbobot pasti saya beli
Tapi ini...dimana bobot nya.
Bahasanya saja copas internet
Profesor katanya kosong jiwanya






Pesan terakhir
Goresan tinta ini entah kapan sampai kepadamu
Dengan cara apa dan bagaimana
Entahlah...
Maaf jika ada tinta yang meluber disana
Karena kutumpahkan garam diatasnya saat aku menulisnya.
Apa ???
Tulisanku buruk ya..
Yah...kau benar.
Maafkan aku karena aku terguncang tawa terisak saat menulisnya.
Terima kasih untuk saputangan mu tadi malam.
Kecut hatiku menerimanya.
Tapi...inilah likunya.
Kuharap waktu mampu menghapus luka.






SENJA DI BALIK AWAN
Awan masih tersenyum sebelum berpulang
Gigi kecilnya tertata berbaris
Rona mu mendadak semu
Nyaman aku melihatnya
Di balik tirai aku mendongak
Menatap awan pergi meliat
Oh...manisnya
Dengan sepucuk tepuk genggam kuantar kau pulang
Diirngi  angin hangat berarak kau menghilang
Berharap melihatmu









MATAHARI
Terlalu silau aku memandangmu
Oh dunia ku dunia malam
Tiada dapat kubawa daya
Perbedaan ini begitu terang
Hanya asa kujinjing petang
Dipaksa jangan sayang
Ini hati bukan hanya milik sajiwa
Tapi milik simbok mu..










                                                     HAJI MABRUR
Haji Akbar berkalung surban
Ini kali kesepuluh ia behaji
Tidak tegun dilihat
Senyumnya terkembang liar
Mengakar para.
Sementara...di sampingnya.
Setiap malam si bayi kering meringis
Memegang tanjidor dalam perutnya.
Ibunya hanya diam..
Ia tak berdirham
Ini hari singkong tak bisa dibarter susu
Haji akbar hanya diam
Baginya mabrur itu cukup habluminannas









HISTORIA SEMALAM
Hei Garuda...
Sudahlah jangan melulu begitu
Sunggingkan senyum
Semalam hanya soal untung
Sudah bagus kau begitu
Biarkan yang mencibir
Maklum..bibir nya tebal
Sudah pasti menggantung
Kau sehat berlaga itu sudah lebih dari cukup
Lukisan yang kuas dengan keringatmu begitu harum
Terimakasih garuda
jangan lelah melukis kalam kalam kemajuan bangsa
                                                                                                                   






                                                            Mau Jadi Presiden
Nusantara berdiri dari satu mulut..
Ahhh...bohong
Nusantara tak goyang karena bendera biru
Walaaahhh..lebih bohong lagi
Cukupkah status yang kau emban di bahu kananmu..
Puas atau tak ?
Jadi guru, Jadi dokter, jadi tukang becak atau apa saja.
Yang menjamur di mata nyawa.
Knapa tak ingin jadi presiden.
Tiap jiwa bisa jadi presiden.
Hanya masalah mau atau tak.
Aku adalah presiden.
Presiden untuk diriku, karirku dan hidupku
Jadilah presiden untuk pribadimu.
Cetak generasi presiden.
Jaminan hidup , indonesia tak butuh presiden.







GUSURAN
Kusran pegang pipi liat gerobaknya masuk maut
Tertawa ia dalam sesak
Yang dibeli dengan utang
Kini tak bisa lagi dipakai bayar utang.
Lalu ceking  menangis teriak perutnya panas
Kusran berputar..lingkaran setan
Ia mengumpat batin
Dielusnya kepala ceking
Berbisik : nak ! belajar jangan jadi penguasa jahil
Berbusa mulut bobol kerjaan
Memanah tak pernah tepat sasaran
Sukanya gusuran tak beri jalan
Meremat nasib dalam genggam.
Mengaku diri sebagai tuhan.